Artikel Baru

Mesin Pengering Biji Kopi Basah - Oven Pengering Kopi

MESIN PENGERING KOPI

mesin pengering kopi sederhana, mesin pengering kopi basah, jual mesin pengering kopi, harga mesin pengering kopi sederhana, gambar mesin pengering kopi, jual mesin pengering kopi, mesin pengering buah kopi, mesin oven pengering kopi, cara membuat mesin pengering kopi, cara kerja mesin pengering kopi, rancang bangun mesin pengering kopi, harga mesin pengering kopi, mesin pengering kopi basah, mesin pengering biji kopi, harga mesin pengering biji kopi.


mesin pengering biji kopi
Mesin Pengering Kopi
 Setelah melalui pengupasan dan  penyortiran biji kopi akan melalui proses pengeringan. pengeringan sendiri bisa dialakukan secara alami maupun buatan. namun untuk pengeringan alami sering terkendala oleh cuaca yang kurang mendukung seperti badai atau musim hujan. sedangkan pengeringan buatan akan dibantu mesin pengeringan kopi yang dalam pengeringan tidak terpengaruh oleh cuaca.

Mesin pengering kopi
Mesin Pengering Kopi



Berikut ini adalah spesifikasi mesin pengering kopi dari ARENA MESIN yang akan mempermudah produksi kopi anda sebelum pengemasan :


Kami Bedakan Berdasarkan Kapasitas

Dimensi : 250 x 100 x 90 cm
Material dinding : Plat Stainless Steel (Dalam) dan Mild Steel (Luar)
Material tungku : Besi
Material alas bahan : Stainless Steel
Material rangka : Siku  besi Dan Sthal besi
Sistem pengeringan : Box Dryer
Penggerak : Dinamo ½ HP
Kapasitas : 150-180 kg/proses 
Pemanas : LPG
Kipas aksial

Dimensi : 300 x 120 x 90 cm
Material dinding : Plat Stainless Steel (Dalam) dan Mild Steel (Luar)
Material tungku : Besi
Material alas bahan : Stainless Steel
Material rangka : Siku  besi Dan Sthal besi
Sistem pengeringan : Box Dryer
Penggerak : Dinamo HP
Kapasitas : 250-300 kg/proses
Pemanas : LPG
Kipas aksial

Dimensi : 350 x 120 x 90 cm
Material dinding : Plat Stainless Steel (Dalam) dan Mild Steel (Luar)
Material tungku : Besi
Material alas bahan : Stainless Steel
Material rangka : Siku  besi Dan Sthal besi
Sistem pengeringan : Box Dryer
Penggerak : Dinamo HP
Kapasitas : 400-500 kg/proses
Pemanas : LPG
Kipas aksial

Dimensi : 400 x 120 x 90 cm
Material dinding : Plat Stainless Steel (Dalam) dan Mild Steel (Luar)
Material tungku : Besi
Material alas bahan : Stainless Steel
Material rangka : Siku  besi Dan Sthal besi
Sistem pengeringan : Box Dryer
Penggerak : Dinamo HP
Kapasitas : 750-1000 kg/proses
Pemanas : LPG
Kipas aksial
Tarutung. Para petani kopi di Tapanuli Utara (Taput) makin giat bekerja di ladangnya. Soalnya, saat ini harga kopi arabika (kopi sigarar utang) biji kering naik sekitar 100% dari sebulan lalu.

Farel Hutabarat (32), ditemui MedanBisnis, di area pertaniannya di Desa Hutabarat Partali Toruan, Kecamatan Tarutung, Tapanuli Utara (Taput) menerangkan, petani kopi di daerah itu sejak bulan November, kembali bergairah untuk memetik buah kopi, sekaligus melakukan perawatan tanaman.

"Bulan sebelumnya harga jual biji kopi kering hanya dihargai dikisaran Rp 70.000 per kaleng hingga Rp 80.000 per kaleng. Namun bulan November, harga membaik yaitu Rp 150.000 per kaleng atau harga jual naik 100 persen. Tentu dengan membaiknya harga biji kopi, otomatis petani bergairah untuk memetik buah kopi dan melakukan perawatan tanaman," terang Farel Hutabarat, Rabu (20/11) di Hutabarat.

Harga nilai jual biji kopi yang memadai, jelas Farel, sangat mendukung bagi petani untuk melakukan perawatan tanaman. Salahsatu perawatan tanaman yang dimaksud di antaranya, pemupukan secara berkala. Guna menghasilkan panen yang maksimal, pupuk yang diperuntukkan bagi tanaman adalah pupuk NPK Mutiara.

Dijelaskan, agar tanaman terawat atau menyeimbangkan biaya perawatan, diharapkan harga biji kopi kering harus stabil seperti kondisi saat ini. "Bayangkan saja, agar tanaman tetap sehat atau bertahan hidup, pemupukan harus dilakukan dua kali dalam setahun," katanya.

Dia mengakui menggunakan pupuk NPK mutiara, harganya saat ini sudah hampir Rp 500.000 per sak-nya. Kemudian, biaya karyawan untuk melakukan sanitasi area pertanaman, pemangkasan cabang-cabang liar dan aktivitas lainnya.

"Jadi, kalau harga jual biji kopi kering anjlok, tentu tanaman akan terlantar," ungkap Farel, seraya menyebutkan, untuk memenuhi kebutuhan hidup, dia melakukan pertanaman tumpang-sari, semisal tanaman cabai di area pertanaman kopinya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Taput, Drs John Harry MMA mengatakan, luas area perkebunan kopi arabika di Tapanuli Utara (Taput) kondisi tahun 2012, seluas 13.910,25 hektare, yang tersebar di 15 Kecamatan di Taput. Sedangkan produksi 10.272,47 ton per tahun.

"Mengingat masih luasnya lahan di Taput, sangat dimungkinkan untuk pengembangan komiditas perkebunan kopi. Pengembangan komoditas tersebut, bisa dilakukan secara swadaya masyarakat dan juga bisa dengan bantuan modal yang bersumber dari dana Pemerintah Kabupaten. Tentunya, setelah ada permohonan dari masyarakat/kelompok tani," kata John Harry. (ck 07) (MediaBisnisDaily)

Tingginya permintaan yang tidak dibarengi stok, berdampak pada melonjaknya harga kopi di dalam negeri.

Bappebti mencacat permintaan biji Kopi kering di Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung mengalami kenaikan. Permintaan Kopi kering mengalami kenaikan hingga 30% namun meningkatnya permintaan tersebut tidak diimbangi dengan pasokan Kopi kering dari petani.

Menurunnya pasokan Kopi kering disebabkan dampak dari penurunan panen. Menurunnya hasil panen Kopi petani Lampung Barat, berdampak terhadap harga Kopi kering yang mengalami peningkatan, di Lampung Barat harga Kopi kering mencapai Rp 18.000 perkilogram.

Data Dinas Perkebunan Kabupaten Lampung Barat menyebutkan, luas lahan Kopi mencapai 60.347.70 hektare dengan hasil Kopi kering per tahun mencapai 28,712 ton per hektare.

Sementara, pada penutupan perdagangan di bursa ICE Futures, harga Kopi arabika mengalami penurunan harga (27/7/2011).

Harga Kopi arabika mengalami penurunan setelah bergerak menguat untuk tiga hari berturut-turut.

"Penurunan ini terjadi seiring dengan mulai maraknya aksi jual oleh para investor untuk mengambil keuntungan," analisis Beppebti.

Tercatat, harga Kopi Arabika berjangka mengalami penurunan sebesar 0,0375 poin. Harga Kopi berjangka untuk penyerahan September 2011 ditutup pada level harga US$2,41 per pounds. (tribun)

No comments