Artikel Baru

Harga Mesin Roasting Kopi Terbaik

Mesin Roasting Kopi Terbaik


harga mesin roasting kopi terbaik, mini coffee roaster, mesin sangrai kopi, alat sangrai kopi murah. cara pembuatan kopi jadi mudah dengan alat ini. harga tentu bisa dibandingkan dengan mesin impor karena ini buatan lokal jadi tidak semahal mesin roasting kopi impor.



harga mesin roasting kopi terbaik
Gambar Mesin Roasting Kopi

Video Cara Kerja Mesin Roasting Kopi


Spesifikasi Mesin Roasting Kopi

Tipe                            : KM-S 15 (Low Capacity)

  • Kapasitas                    : 15-20 kg/proses
  • Dimensi                      : 1100 x 550 x 850 mm
  • Pengerak                     : Elektromotor 1/2 HP
  • Kontrol Suhu              : Otomatis
  • Material Rangka         : Siku 
  • Material Body             : Plat Stainless Steel 
  • Pemanas                      : LPG

Tipe                             : KM-S 25 (Mid Capacity)

  • Kapasitas                     : 20-25 kg/proses
  • Dimensi                       : 1200 x 580 x 940 mm
  • Pengerak                      : Elektromotor 3/4 HP
  • Kontrol Suhu               : Otomatis
  • Material Rangka          : Siku
  • Material Body              : Plat Stainless Steel
  • Pemanas                       : LPG



Tipe                            : KM-S 50 (High Capacity)

  • Kapasitas                    : 45-50 kg/proses
  • Dimensi                       : 1500 x 800 x 940 mm
  • Pengerak                     : Elektromotor 1 HP
  • Kontrol Suhu              : Otomatis
  • Material Rangka          : Siku
  • Material Body             : Plat Stainless Steel
  • Pemanas                      : LPG 

_________________________________________________________________________________________

Jenis Kopi


1. Kopi Arabika 

Kopi arabika awalannya datang dari negara Brazil. Kopi arabika adalah type kopi pertama yang diketemukan serta dibudidayakan oleh manusia sampai saat ini. 
Kopi arabika mempunyai beberapa ciri morfologi tanaman seperti berikut : kopi arabika mempunyai perakaran yang lebih dalam, daunnya tipis, percabangan tanaman yang lentur, ukuran biji kecil dengan warna hijau tua sampai merah gelap. Tanaman kopi type ini memerlukan waktu 9 bulan untuk berbunga serta berbuah. Kopi arabika tumbuh pada ketinggian 700-1700 m dpl (di atas permukaan laut) dengan suhu 16-20 derajat celcius. 
Kekurangan dari type kopi arabika ini salah satu type kopi yang rawan pada serbuan penyakit HV Hemileia vastratix atau penyakit karat daun. Tetapi, kualitas bijinya tambah lebih baik dari kopi liberika serta robusta. Dan, kopi type arabika populer nikmat serta mempunyai aroma yang enak serta kuat. 
Kopi arabika sekarang ini sudah kuasai sejumlah besar pasar kopi dunia serta harga nya jauh tambah tinggi dibanding type kopi yang lain. Di Indonesia sendiri kita bisa temukan type kopi arabika ini mulai dari Aceh sampai di Papua. 


2. Kopi Robusta 

Kopi robusta awalannya diketemukan di negara Kongo. Type kopi ini bisa tumbuh baik pada ketinggian 400-700 m dpl (di atas permukaan laut) dengan suhu 21-24 derajat celcius. Type kopi robusta lebih tahan pada serbuan penyakit karat daun. Biasanya, type kopi ini memakan waktu 10-11 bulan untuk proses pembuahan dari bunga sampai jadi buah. 
Kekurangan dari kopi sejenis robusta ini ialah rasa-rasanya yang kurang mantap serta condong lebih pahit dibanding dengan arabika. Harga nya juga jauh tambah murah dibanding dengan kopi sejenis arabika, hingga di Indonesia kopi sejenis ini juga dikenal dengan “kopi murah”. 


3. Kopi Liberika 

Kopi liberika datang dari Liberia, Afrika barat. Kopi liberika bisa tumbuh seputar 9 mtr. dari tanah. Type kopi ini mempunyai ukuran daun, bunga, cabang, buah, serta pohon yang semakin besar dibanding dengan type arabika serta robusta. Kopi liberika cukup rawan pada penyakit HV Hemileia vastratix atau penyakit karat daun. 
Mempunyai kualitas buah yang relatif rendah, tetapi kopi sejenis liberika dapat berbuah selama tahun serta bisa tumbuh secara baik di dataran rendah. Kopi liberika yang sempat dihadirkan ke Indonesia yakni yang bervarietas Ardoniana serta Durvei. 


4. Kopi Ekselsa 

Kopi ekselsa datang dari Afrika barat, pertama-tama type kopi ini diketemukan di dekat Danau Chad. Kopi type Ekselsa ini begitu pas dibudidayakan di wilayah dataran rendah yang basah. Kopi type ini begitu gampang dalam soal pembudidayaannya, sebab kopi sejenis ekselsa tidak rawan terserang penyakit. Kopi ini dapat ditanam di area tempat gambut. 
Di Indonesia, kopi sejenis ekselsa gampang didapati di kabupaten Tanjung Jabung Barat Propinsi Jambi, sebab topografi tempat di wilayah sana begitu memberi dukungan untuk ditanami kopi sejenis ekselsa ini. Memang harga serta mutunya masih jauh di bawah type kopi arabika serta robusta tapi sebab tanaman kopi sejenis ini tidak gampang terserang penyakit, hingga banyak pula petani kopi yang membudidayakan kopi sejenis ekselsa ini.


Jenis Kopi Gayo


Satu kekhasan, di dataran tinggi Gayo banyak diketemukan beberapa varitas kopi arabika, type kopi yang diketemukan pada sebuah kebunpun biasanya jarang-jarang yang single variety. 

  • Timtim saat ini dimaksud varitas Gayo 1 
  • Borbor (BourBon ) / varietas Gayo 2 
  • Varitas P88 / Gayo 3 
  • Longberry (hybrido de tymor). 
  • Ateng perawakan pendek serta berbuah lebat (semacam Caturra variety). 
  • Ateng puncak merah 
  • Ateng Jaluk yang datang dari wilayah Jaluk 
  • Ateng kuning (yellow caturra) 
  • Pecahan serta type timtim 
  • Kopi Jemen (panggilan untuk posisi S 972, atau Jember) atau varietas Sidikalang. 
  • Kupi Ramong (asal Abbysinia DSC01872 Ethopia seri 7 atau 9) yang cita rasa-rasanya mengagumkan enak. 
  • Type typica yang konon telah mulai langka pada tingkat dunia. 
  • Type kopi mocha, cuma berada di 2 negara yakni Ethopia serta Yaman, ada juga di gayo. 


Saat ini beberapa varitas kopi dengan semua keunikannya menyebar di perkebunan kopi Gayo dengan struktur tanah berbatu, tanah liat sampai tanah berpasir. Type serta Varietas kopi arabika Gayo yang banyak ditanam, yakni : 

  • Bergendal, Varietas Bergendal termasuk juga varietas atau kultivar kopi Arabika lokal, tumbuh pada ketinggian 1.200 – 1.500 m dpl, begitu rawan pada penyakit Karat Daun (Hemileia vastarix, B. et, Br), tetapi memiliki kualitas yang begitu baik. 
  • Rambung, Kopi Rambung dicirikan oleh buahnya yang besar serta panjang, buah serta bijinya terbesar antara kultivar kopi arabika yang berada di Dataran Tinggi Gayo, tetapi type ini telah mulai jarang-jarang didapati, sebab varietas ini membutuhkan tempat yang lebih lebar sebab pertumbuhannya yang demikian cepat. 
  • Sidikalang, Varietas ini begitu rawan pada penyakit karat daun, tumbuh pada ketinggian 1.200 – 1.500 m dpl. Varietas ini memiliki kualitas yang begitu baik hingga begitu disenangi oleh customer di luar negeri. 
  • Kopi Jember (Posisi. S), varietas ini banyak di tanam di ketinggian sedang (800 – 1000 m dpl), tahan pada penyakit Karat Daun, rawan pada serbuan hama bubuk buah kopi (Stephanoderes hampei. Ferr) serta hama penggerek batang (Zeuzera Coffeae), diluar itu varietas ini memiliki kualitas yang kurang baik hingga telah mulai dibiarkan oleh petani. 
  • Kopi Team Tim Arabusta, Varietas ini datang dari Timor Timur yang disebut hasil persilangan alami di antara kopi arabika dengan kopi robusta, memiliki kualitas fisik biji yang begitu bagus tetapi tidak disenangi oleh customer di luar negeri, sebab citarasanya masih di turunkan dari kopi robusta. 
  • Ateng Jaluk (Catimor Jaluk), Varietas ini oleh warga tani seringkali menyebutkan dengan nama kopi Ateng.

Beda Kopi Arabika dan Robusta

1. Asal Kopi Arabika serta Robusta 

Sebagian besar literatur menjelaskan jika tanaman kopi arabika pertama-tama diketemukan di Ethiopia. Lalu, kopi dipopulerkan jadi minuman serta disebarkan ke seluruh dunia oleh beberapa orang Arab. 
Beberapa orang Eropa mulai kenal kopi seputar era ke-16 lewat pelabuhan Mocha di Yaman. Mereka coba membudidayakan di negerinya sendiri tetapi seringkali tidak berhasil sebab tanaman kopi tidak dapat tumbuh baik disana. Beberapa negara di Eropa lalu bawa tanaman ini ke wilayah lain, satu diantara triknya dengan manfaatkan tanah koloni atau jajahannya. 
Sesaat asal mula kopi robusta dapat jadi minuman yang popular tidak terlepas dari peranan Indonesia. Pada awal era ke-20, Belanda bawa tanaman asli Afrika ini dengan besar-besaran ke Indonesia untuk dibudidayakan. 
Pembudidayaan kopi robusta oleh Belanda ini ialah untuk menukar arabika yang diserang wabah karat daun atau Hemileia vastatrix. Tanaman arabika begitu ringkih pada hama ini, sedang robusta mempunyai ketahanan yang lebih kuat. Saat itu, Indonesia juga sudah sempat jadi ladang pengekspor kopi paling besar di dunia. 

2. Klasifikasi Ilmiah 

Baik arabika atau robusta, kedua-duanya termasuk juga dalam tanaman bersuku Rubiaceae dengan marga Coffea. Berdasar pada type atau spesiesnya, kopi arabika mempunyai nama ilmiah Coffea arabica, sedang robusta bernama Coffea canephora. 
Anda tentu bertanya-tanya, mengapa Coffea canephora dapat dimaksud dengan robusta. Arti itu sangkanya sudah menempel serta biasa dipakai oleh beberapa orang untuk pembudidayaan dengan arah komersil. 
Sebetulnya, pemahaman kopi robusta salah satu varietas asli Coffea canephora, yakni Coffea canephora var. Robusta. Tetapi, sebab beberapa orang seringkali serta biasa menyebutkan robusta, karena itu nama ini yang dipakai untuk menyebutkan spesies itu. 

Baca Juga : Mesin Roasting Kopi

3. Lingkungan Penanaman 

Tanaman Coffea arabica bisa tumbuh secara baik di ketinggian 1.000-2.000 mtr. dari permukaan laut. Tanaman ini sebetulnya masih dapat tumbuh pada dataran rendah. Tetapi, pertumbuhannya tidak maksimal, hingga hasil panennya akan jelek. 
Tanaman arabika memerlukan curah hujan 1.500-2.500 mm per tahun. Rata-rata suhu hawa yang diperlukan untuk tumbuh kembang tanaman ini ada pada rata-rata 15-25 °C. 
Sesaat tanaman Coffea canephora bisa tumbuh secara baik di ketinggian 0-900. Ketinggian tanah yang paling baik ialah 400-800 mtr. dari permukaan laut. Suhu rata-rata yang diperlukan untuk tumbuh kembangnya ialah seputar 24-30 °C dengan curah hujan 1.500-3.000 mm per tahun. 

4. Tanaman Robusta Lebih Tahan pada Hama 

Tanaman tentu tidak lepas dari serbuan hama serta penyakit. Wabah yang menyerang akan punya pengaruh pada kopi yang dibuat. Tanaman kopi arabika mempunyai ketahanan yang lemah, sedang tanaman kopi robusta mempunyai kelebihan lebih tahan dari serbuan hama serta penyakit. 
Diluar itu, tanaman robusta lebih gampang dalam sisi perawatan serta pemanenannya. Buah arabika gampang rontok dari tangkainya waktu masak hingga butuh pemanenan yang berhati-hati sebelum buahnya rontok. Sesaat robusta, buah yang sudah masak masih melekat kuat di tangkainya, tidak rontok seperti arabika. 

5. Perbandingan Ukuran Biji Kopi 

Satu diantara ketidaksamaan biji kopi arabika serta robusta dapat disaksikan dari sisi ukuran serta memiliki bentuk. Biji kopi arabika semakin besar dibandingkan robusta. Bentuk biji robusta condong membulat, sesaat biji arabika berupa lonjong. 

6. Aroma serta Cita Rasa Arabika yang Lebih Kaya 

Type kopi arabika ialah lebih disukai sebab aroma serta cita rasa-rasanya yang unik. Keunikan kopi arabika ialah rasa-rasanya yang asam serta warna seduhan yang tidaklah terlalu pekat. Oleh sebab kekhasan berikut karena itu type ini seringkali ditingkatkan hingga ada beberapa varietas baru darinya. 
Varietas-varietas baru hasil pembudidayaan arabika mempunyai rasa yang berlainan di tiap wilayah. Terdapat beberapa unsur yang memengaruhi keberagaman rasa ini. Unsur yang paling memastikan ialah kondisi cuaca, tanah, iklim, dan hasil kawin silangnya. 
Sesaat kopi robusta condong mempunyai rasa yang mirip kacang-kacangan, kasar, serta lebih pahit dibanding dengan arabika. Type ini kurang popular untuk ditingkatkan seperti arabika. Paling cuma diambil ketahanan tanamannya lewat cara disilangkan dengan arabika hingga membuahkan varietas hibrida. 
Oleh sebab rasa kopinya yang demikian kuat serta pahit, begitu pas jadikan minuman yang bercampur dengan susu. Diluar itu, robusta adalah bahan baku yang seringkali dipakai untuk produksi kopi instant. 

7. Kandungan Cafein Kopi Robusta Lebih Besar dari Arabika 

Rasa pahit yang dibuat oleh kopi robusta ialah sinyal terdapatnya kandungan cafein yang banyak di dalamnya. Kandungan cafein robusta kurang lebih 2x semakin banyak dibanding arabika. Oleh karena itu, pada kopi arabika, tidak diketemukan rasa pahit atau getir yang terlalu berlebih seperti robusta. 

8. Hidangan Minuman yang Lebih Pas 

Oleh sebab rasa-rasanya yang pahit, kopi robusta lebih pas untuk digabung dengan susu. Contoh minuman yang lebih pas memakai kopi robusta diantaranya latte, cappuccino, mochacino, vietnam drip, serta olahan kopi susu yang lain. 
Sesaat kopi arabika seringkali di nikmati dengan single origin. Lebih di masa Third Wave Coffee dimana beberapa orang mulai ingin tahu info yang lebih detil mengenai kopinya. Ini dikarenakan oleh keberagaman varietas arabika dengan ciri-ciri rasa yang berlainan di tiap wilayah. 

9. Tingkat Produksi di Dunia 

Dua type kopi komersil ini memang popular di dunia. Tetapi, bila dibanding, arabika masih lebih tenar serta digemari dibanding robusta. 
Kurang lebih, 70% produksi kopi dunia didominasi oleh type arabika. Sesaat robusta cuma seputar 28% saja. Bekasnya ialah produksi type kopi yang lain seperti liberika, excelsa, dan sebagainya. 
Beberapa negara penghasil kopi paling besar yang sebagian besar produksinya arabika ialah Brazil, Kolombia, serta Ethiopia. Sedang negara penghasil robusta paling besar serta paling baik ialah Vietnam serta Indonesia. 

10. Harga Kopi Robusta Lebih Murah dari Kopi Arabika 

Robusta mempunyai harga yang tambah murah dari arabika. Ini karena disebabkan kepopuleran robusta kalah dibanding dengan arabika yang mempunyai bermacam macam varietas. Diluar itu, perawatan serta pembudidayaan robusta lebih gampang dibandingkan arabika.

Perbedaan antara arabika dan robusta bisa dilihat dari beberapa hal berikut ini:

  • Kandungan kafein robusta dua kali lebih banyak.
  • Harga robusta lebih murah.
  • Coffea arabica dan Coffea canephora.
  • Penanaman robusta lebih mudah.
  • Ukuran biji kopi arabika lebih besar.
  • Aroma dan cita rasa arabika lebih kaya.
  • Robusta lebih cocok dipadukan dengan susu.
  • Arabika lebih populer dahulu dari robusta.
  • Robusta lebih tahan hama.
sumber

kami siap melayani pengiriman mesin ke seluruh Indonesia. daerah tersebut diantara:

Banda Aceh Langsa Lhokseumawe Sabang Subulussalam Binjai Gunungsitoli Medan Padang Sidempuan Pematangsiantar Sibolga Tanjungbalai Tebing Tinggi Bengkulu Jambi Sungaipenuh Dumai Pekanbaru Bukittinggi Padang Padang Panjang Pariaman Payakumbuh Sawahlunto Solok Lubuklinggau Pagar Alam Palembang Prabumulih Bandar Lampung Metro Pangkalpinang Batam Tanjungpinang Jawa Bandung Banjar Batu Bekasi Blitar Bogor Cilegon Cimahi Cirebon Depok Jakarta Jakarta Utara Jakarta Timur Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Barat Kediri Madiun Magelang Malang Mojokerto Pasuruan Pekalongan Probolinggo Salatiga Semarang Serang Sukabumi Surabaya Surakarta Tasikmalaya Tangerang Tangerang Selatan Tegal Yogyakarta Kalimantan Pontianak Singkawang Banjarbaru Banjarmasin Palangka Raya Balikpapan Bontang Samarinda Tarakan Nusa Tenggara Denpasar Bima Mataram Kupang Sulawesi Gorontalo Makassar Palopo Parepare Baubau Kendari Palu Bitung Kotamobagu Manado Tomohon Maluku Ambon Tual Ternate Tidore Kepulauan Papua Jayapura Sorong, Bangka Belitung

No comments