Artikel Baru

Harga Mesin Pencacah Pelepah Sawit Pakan Ternak Sapi Kambing

Harga Mesin Pencacah Pelepah Sawit Pakan Ternak Sapi Kambing Murah

Harga alat mesin penghancur perajang dan pencacah pelepah sawit berguna untuk membuat pakan ternak sapi kambing dengan cara modern. hasil cacahan pelepah lembut atau halus cocok untuk pembuatan silase pakan. pemanfaatan pelepah sawit sudah banyak digunakan namun untuk pakan masih jarang digunakan. untuk itu ini adalah alternatif untuk peternak sapi dan kambing dengan pengunaan pelepah sawit.

Selain itu alat penghancur sawit ini mudah digunakan untuk dibawa ke kebun sawit langsung, karena memakai diesel.

Mesin Pencacah Pelepah  Sawit murah


Video Cara Kerja Mesin Pelepah Sawit



Spesifikasi Mesin Pencacah Penghancur Pelepah Sawit

  • Tipe                                     : KM-100S
  • Dimensi                               : 850 x 500 x 900 mm
  • Material Body dan Corong : Plat Mild Steel
  • Material Pisau                     : Baja
  • Sistem Pisau                        : Kombinasi
  • Tebal Body                          : 3mm
  • Tebal Corong                       : 1mm
  • Transmisi                             : Pulley Dan v-Belt
  • Pengerak                              : Diesel 8 HP ( China)
  • Kapasitas                              : 200 - 280 kg/jam

  • Tipe                                      : KM-200S
  • Dimensi                                : 950 x 600 x 900 mm
  • Material Body dan Corong   : Plat Mild Steel
  • Material Pisau                       : Baja
  • Sistem Pisau                          : Kombinasi
  • Tebal Body                            : 3mm
  • Tebal Corong                         : 1mm
  • Transmisi                               : Pulley Dan v-Belt
  • Pengerak                                : Diesel 10,5 HP ( China)
  • Kapasitas                               : 300 - 350 kg/jam


_____________________________________________________________________________________________

Limbah Pelepah Sawit Alternatif Pakan Sapi dan Kambing


Sapi perah yang banyak dijaga di Indonesia ialah sapi perah Friesian Holstein (FH), yang disebut bangsa sapi perah dengan tingkat produksi susu paling tinggi, serta berkadar lemak yang relatif rendah dibanding sapi perah yang lain. Type pakan yang diberi pada sapi perah bisa memengaruhi produksi serta kualitas susu, dan bisa punya pengaruh pada kesehatan sapi perah. Namun unsur penyediaan pakan hijauan yang berkualitas masih jadi masalah, sebab makin kurangnya jumlahnya tempat untuk penanaman hijauan makanan ternak. Dengan begitu butuh diusahakan untuk cari pakan pilihan yang mungkin, gampang dan murah didapatkan dan ada selama tahun. Perkebunan kelapa sawit punya potensi jadi sumber pakan pilihan untuk meningkatkan usaha peternakan. 

Tiga orang periset yang terbagi dalam P. Riski dari Program Studi Pengetahuan Produksi serta Tehnologi Peternakan, Sekolah Pascasarjana, Insitut Pertanian Bogor (IPB); B. P. Purwanto dari Program Diploma IPB; dan Afton Atabany dari Departemen Pengetahuan Produksi serta Tehnologi Peternakan, Fakultas Peternakan (Fapet) IPB lakukan riset untuk tahu produksi serta kualitas susu sapi FH laktasi yang dikasih pakan daun pelepah sawit. 

“Peluang buat peternak untuk manfaatkan hasil sambilan serta sampah dari perkebunan kelapa sawit berpotensial untuk jadikan jadi pakan pilihan untuk ternak, sebab masih ada dalam jumlahnya yang banyak, belum digunakan dengan maksimal serta ada selama tahun,” papar Afton Atabany. 

Dalam percobaannya periset ini pelihara sapi FH laktasi pertama bulan ke lima sekitar empat ekor ternak dengan perkiraan usia 24-36 bulan yang ada di UPT Balai Pembibitan Peternakan Kabupaten Kampar Propinsi Riau. Sapi-sapi itu dijaga serta diberi pakan hijauan rumput raja (RR) serta daun pelepah sawit (DPS) dengan konsentrasi berlainan (A = RR 100% jadi kontrol, B = RR 75% + DPS 25%, C = RR 50% + DPS 50% serta D = RR 25% + DPS 75%). 

Afton mengemukakan pakan hijauan berbentuk daun pelepah sawit sebelum diserahkan ke ternak terlebih dulu dicacah memakai chopper. Sapi dikasih pakan kira-kira tiga % (persen) dari prediksi berat hidup serta perhitungan keperluan gizi pakan. Rasio hijauan serta konsentrat ialah 60% berbanding 40%. Konsentrat yang diberi ialah ampas tahu. Pakan diberi 2x satu hari yakni jam 08.00 serta 15.00 WIB. 

Dari percobaannya team ini mendapatkan jika perlakuan paling baik pemberian pakan daun pelepah sawit untuk sapi FH laktasi ialah 25% dari keseluruhan hijaun. Optimal Pemberian daun pelepah sawit jadi pakan sapi FH laktasi sampai 50% dari keseluruhan pakan hijauan dapat menjaga produksi serta kualitas susu. 

“Pemberian pakan DPS 25% serta DPS 50% dari keseluruhan hijauan tunjukkan produksi susu yang hampir sama atau sesuai dengan pakan tanpa ada pemberian daun pelepah sawit (kontrol). Ini tunjukkan sapi FH laktasi dapat menjaga produksi susunya sampai pemberian daun pelepah sawit sekitar 50% dari keseluruhan hijaun yang diberi,” katanya. 

Dia memberikan tambahan rasa senang (palatabilitas) daun pelepah sawit jadi pakan ternak sapi perah FH termasuk rendah. Pemakaian daun pelepah sawit jadi pakan pilihan untuk ternak perah butuh dikerjakan riset selanjutnya berbentuk pemrosesan dengan fisik serta kimia atau gabungan kedua-duanya untuk tingkatkan pemakaian serta kualitas daun pelapah sawit.(ipb.ac.id) 

Sampah sawit – Sampah adalah bahan tersisa yang umumnya cuma dibuang sebab dipandang tidak bisa digunakan kembali. Sampah bisa berbentuk apa, seperti kulit pisang, kulit durian dan sebagainya. Andaikata Anda dapat mengolahnya, karena itu sampah yang tidak berguna bisa meningkatkan penghasilan atau pendapatan Anda. Contoh pemakaian sampah kulit pisang jadi kripik. Untuk pengolahannya dibutuhkan pengetahuan supaya sampah tidak jadi beracun serta membahayakan manusia. 

Tidak hanya berguna untuk manusia, limbah-limbah pertanian dapat digunakan jadi pakan ternak. Contohnya saja sampah sayuran yang bisa diproses jadi wafer penambah nafsu makan. Pemrosesan sampah ini bisa kurangi ongkos pakan ternak. Tidak hanya tambah murah kandungan dari olahan itu tambah tinggi dari pakan ternak umumnya. Bukan sekedar sampah sayuran yang bisa jadikan pakan ternak, sampah yang datang dari kelapa sawit nyatanya dapat digunakan jadi pakan ternak. 

Simon Eliser Sinulingga sebagai Kepala Loka Riset Kambing Potong (Lolit Kambing), mengatakan jika kekuatan dari sampah sawit jadi pakan kambing sangat besar. Hal itu karena Indonesia mempunyai tempat sawit yang luasnya sampai angka 11 juta hektar. Sampah kelapa sawit yang bisa jadikan jadi pakan kambing ialah pelepah sawit, lumpur sawit, serta bungkil pokok sawit. 

Beliau menjelaskan jika pemakaian sampah pertanian disetiap wilayah berlainan. Contohnya di wilayah Kalimantan serta Sumatra, di wilayah itu tempat sawit sangat banyak hingga sampah dari kelapa sawit bisa digunakan jadi pakan ternak. Berlainan dengan wilayah Sulawesi serta Bali, pada wilayah itu semakin banyak perkebunan kakao, hingga sampah dari kakaolah yang bisa digunakan jadi pakan ternak. 

Hasil dari penghitungan yang dikerjakan oleh Lolit Kambing, bila satu hektar kebun kelapa sawit ada 130 pohon serta tiap satu pohon bisa membuahkan 22 pelepah/tahun dengan berat pelepah sebesar 7 kg, karena itu bisa diperkirakan akan ada pelepah fresh seberat 20 ton/tahun. Sedang untuk bungkil pokok sawit adalah hasil sambilan dari pemrosesan pokok sawit dengan kandungan 45% sampai 46%. Bila dibanding dengan bungkil kedelai, kandungan protein bungkil sawit ini lebih rendah yaitu sebesar 18% sampai 21%. 

Sesaat sampah lumpur sawit yang disebut satu diantara sampah sawit ialah larutan tersisa yang dibuat waktu proses pemanasan minyak mentah. Bahan itu adalah emulsi yang memiliki kandungan 78% air, 20% padatan, serta 1% minyak tersisa. Kandungan protein yang terdapat didalamnya bila langsung diangkat cuma 12%, tetapi bila digabung dengan ulat kandungan protein didalamnya akan naik jadi 14%. Karena itu, sekarang ini Lolit melakukan riset pada ulat, sebab kandungan protein di ulat sampai angka 55%. 

Menurut Simon, sebenarnya pakan penting yang disenangi kambing ialah tanaman rumput type indigofera. Rumput pakan kambing type ini adalah pakan hijau sejenis leguminosa atau kacang-kacangan yang mempunyai kandungan nutrisi yang tinggi. Tanaman type ini tahan pada cuaca kering atau panas hingga tanaman ini bisa jadi sumber pakan ternak khususnya saat musim kemarau. 

Pemakaian indigofera jadi pakan kambing bisa diserahkan kepada kambing saat tanaman berusia delapan bulan dengan jeda pemotongan 60 sampai 90 hari. Tinggi pemotongan dari atas tanah sebesar 1 sampai 1,5 mtr.. Pemberian pakan ini sekitar 1 sampai 2 kg per ekor sehari-harinya. Simon merekomendasikan untuk peternak kambing kecil semestinya memakai pakan type ini untuk ternaknya. 

Tetapi untuk peternak kambing besar, pakan type ini saja kurang untuk penuhi keperluan nutrisi ternaknya, dibutuhkan pakan penambahan supaya nutrisi ternak bisa tercukupi. Pakan penambahan ini tentu saja bisa Anda bikin dengan memakai limbah-limbah pertanian. Untuk di wilayah kalimantan serta sekelilingnya bisa memakai sampah sawit. 

Menurut Simon, pakan yang pas yang bisa diberi untuk ternak harus mempunyai formasi yang lengkap. Tiap satu ton pakan lengkap ini memiliki kandungan 20% pelepah yang dicacah, 30% bungkil pokok sawit, 12,3% lumpur sawit, 4% bungkil kedelai, 20% indigifera serta molases. Kambing yang sehari-harinya diberi pakan lengkap ini sekitar seperempat kilo beratnya bertambah sebesar 100 sampai 120 gr. Berlainan dengan kambing yang dikasih pakan rumput, beratnya cuma makin bertambah 60 gr saja. 

Panduan Menanam Rumput Pakan Kambing Pada Kebun Sawit 


Untuk type pakan yang lain, sekarang ini Lolit Kambing sedang meningkatkan pakan rumput toleransi naungan. Rumput ini bisa ditanam antara tanaman kelapa sawit yang sudah membuahkan. Pelepah tanaman sawit yang telah besar umumnya akan membuat naungan. Naungan ini mengakibatkan cahaya matahari tidak bisa tentang tanah, karena itu rumput bisa tumbuh subur. 

Type rumput yang bisa jadi rumput pakan kambing ialah Stenotaphrum secendatum. Type rumput ini toleransi pada naungan hingga keberadaannya benar-benar memberi dukungan perkebunan. Beberapa ciri rumput ini ialah bisa tumbuh secara baik dengan intensif sinar yang rendah, mempunyai stolon serta rhizom yang padat, pertumbuhannya cepat sekali, serta dapat bersaing dengan gulma. Type rumput ini sedang dipromosikan di perkebunan-perkebunan sawit. 

Demikian info yang bisa Kami beri, mudah-mudahan berguna serta bisa meningkatkan pengetahuan Anda tentang pemakaian sampah pertanian. ( Sumber )


No comments